1. Lingkungan keluarga
kurangnya komunikasi yang efektif antara orang tua dengan anak serta tingkat perhatian yang diberikan oleh orang tua kepada anak yang rendah menyebabkan pemenuhan akan kebutuhan emosi anak sangat kurang sehingga anak kadang berperilaku berbeda antara di rumah dengan ketika berada di sekolah. Ketika mereka di sekolah mereka banyak mencari perhatian teman-teman mereka dengan berbagai cara misalnya dengan menjahili teman, membuat gaduh kelas, berkelahi dan masih banyak yang lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh kesibukan kedua orang tua mereka dalam bekerja mencari nafkah sehingga para orang tua umumnya berpikir bahwa anak dalam pemenuhan kebutuhannya hanya butuh kebutuhan materiil saja dan mereka tidak berpikir bahwa kebutuhan moril yakni psikis juga sangat penting bagi perkembangan kepribadian mereka. Oleh karena itu, orang tua seharusnya memanfaatkan quality time untuk berkumpul bersama anak-anak mereka untuk menjalin komunikasi yang lebih efektif lagi.
Selanjutnya, penyebab nakal berikutnya dalam lingkungan keluarga adalah sikap orang tua sehari-hari. Anak-anak pada umumnya mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan suka meniru apa yang orang dewasa lakukan. Jadi, di sini dapat dicontohkan bahwa ketika orang tua selalu berkata-kata kasar maupun sering mengumpat di rumah maka anak-anak juga akan menirukan cara orang tua berbicara. Hal ini berbeda jika ada sebuah keluarga yang selalu membiasakan berbahasa jawa krama alus di rumah baik ketika berbicara dengan pasangannya, anaknya, maupun kepada orang lain, maka secara otomatis anak juga akan menirukan apa yang dicontohkan orang tua mereka tersebut. Pada dasarnya perang orang tua di sini adalah merupakan suri tauladan, panutan, contoh bagi anak untuk membiasakan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari mereka.
bersambung.........
No comments:
Post a Comment