Ibu Buta Yang Memalukan
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang
wanita tua yang hidup berdua dengan anak laki-laki satu-satunya bernama si
Lancang. Ayah si Lnacang telah meninggal karena kecelakaan yang terjadi ketika
is masih kecil. Si Lancang sangat malu dengan keadaan ibunya,selain karena
miskin, mata ibunya juga buta sebelah.
Suatu sore, Lancang sedang bermain dengan
teman-temannya, ibunya datang untuk menyuruhnya pulang Karen ari sudah beranjak
malam. Tapi si Lancang tidak mau pulang dan berteriak memerahi ibunya.
“Mau apa kau kesini? Kau hanya ingin
mempermalukanku, kan?.” Kata si Lancang pada ibunya. Ibu si Lancang adalah
orang yang sabar. Ibu itu pun segera bergegas pulang.
“Hei, itu ibumu kan? Ibumu bermata satu!!,
hahaha.” Teman-temannya selalu berkata seperti itu sambil menertawakannya.
Setelah dewasa si Lancang pergi untuk merantau.
Ia telah berhasil menjadi seorang saudagar kaya dan menikah dengan anak dari
tuannya dulu ketika bekerja. Si Lancang dan Istrinya memiliki seorang anak
laki-laki dan hidup dengan bahagia.
Pada suatu siang, saat anak si Lancang
sedang bermain di halaman rumahnya, datanglha seorang wanita renta yang kumuh.
Si Lancang tahu itu adalah ibunya, tapi ia malu mangakui nya pada istri dan
anaknya. Ia kemudian membentak ibunya dan mengusirnya.
“Hey, pergilah kau pengemis. Kau membuat
anakku takut!.” Bentak si Lancang tanpa dosa. Tanpa membalas perkataan kasar si
Lancang, ibunya hanya tersenyum dan berpamitan.
Suatu ketika ayah mertua si Lancang
mengajaknya untuk pergi memperluas usahanya ke kampong halaman si Lancang.
Setelah selesai dengan urusannya. Si Lancang tiba-tiba ingin mengunjungi
rumahnya yang dulu. Ketika tiba dirumahnya yang dulu. tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk.
Rumahnya yang dulu sangat berantakan, dan ibu yang dikiranya akan berada di
dalam ternyata tidak ada. Dia merasa sangat lega sekali setelah tahu ibunya
tidak ada.
Bergegas s Lancang pergi keluar. Ia
kemudian bertemu dengan salah satu tetangganya.
“Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah
meninggal dunia seminggu yang lalu.” Kata tetangganya. Si Lancang tidak
mengatakan apa-apa. Namun kemudian tetangganya menyampaikan suatu surat yang
ditulis oleh ibunya. Si lancing kemudian membuka surat itu. Ia berharap
mendapatkan warisan yang sebenarnya telah lama dsembunyikan ibunya itu. Tapu
isi surat itu berbeda denngan yang diharpkannya. Isi surat itu adalah :
Untuk
anakku yang sangat Aku cintai,
Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenci ibumu ini.
Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenci ibumu ini.
Tapi Ibu senang sekali ketika mendengar kabar
bahwa kau telah berhasil menjadi orang kaya di tanah perantauanmu.
Ibu
sangat merindukanmu nak,
Setiap
malam ibu menangis dan selalu mendoakanmu agar baik-baik saja.
Anakku,
Sejujurnya
mata yang kau pakai untuk melihat dunia itu salah satunya adalah mataku. Mata
itu ibu berikan padamu waktu kau kecil.
Waktu
itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan.
Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu
mengalami kebutaan.
Ibu
tidak tega anak melihatmu hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat.
Maka
ibu berikan satu mataku ini untukmu.
Sekarang ibu bangga padamu karena kau bisa menjadi orang kaya.
Sekarang ibu bangga padamu karena kau bisa menjadi orang kaya.
Dan
ibu senang bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.
Sekarang,
ibumu yang memalukan ini sudah meninggal.
Kamu
tidak perlu malu lagi anakku, jadilah anak yang baik.
Si Lancang sangat terkejut setelah membaca
surat ibunya. Ia menyesal karena dia tidak pernah membalas kasih-sayang ibunya.
Ia bahkan telah mengusir dan membentak-bentaknya. Tapi dia tidak merasa sama
saja jika meminta maaf pada Ibunya, karena ibunya telah meninggal. Ia pun
membuang surat dari ibunya dan segera tetap kembali ke kota perantaunnya tanpa
mengunjungi makam ibunya.
Namun, sebelum si Lancang sempat berbuat
baik, dalam perjalanan kembali ke kota perantauannya, kapal yang digunakan si
Lancang terkena badai yang sangat besar. Semua orang dan isi kapal tenggelam di
dalam lautan. Si Lancang pun mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang
telah dilakukannya.
I. Jawablah dengan benar
di buku tugasmu!
1. Siapa
saja tokoh dalam cerita tersebut?
2. Kenapa
si Lancang malu terhadap ibunya?
3.
Bagaimana
sikap ibu si Lancang menghadapi sikap kasar si Lancang?
4.
Pelajaran
berharga apa yang dapat diambil dari cerita tersebut?
No comments:
Post a Comment