Wednesday, March 19, 2014

MEMBACA

Ibu Buta Yang Memalukan

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang wanita tua yang hidup berdua dengan anak laki-laki satu-satunya bernama si Lancang. Ayah si Lnacang telah meninggal karena kecelakaan yang terjadi ketika is masih kecil. Si Lancang sangat malu dengan keadaan ibunya,selain karena miskin, mata ibunya juga buta sebelah.
Suatu sore, Lancang sedang bermain dengan teman-temannya, ibunya datang untuk menyuruhnya pulang Karen ari sudah beranjak malam. Tapi si Lancang tidak mau pulang dan berteriak memerahi ibunya.
“Mau apa kau kesini? Kau hanya ingin mempermalukanku, kan?.” Kata si Lancang pada ibunya. Ibu si Lancang adalah orang yang sabar. Ibu itu pun segera bergegas pulang.
“Hei, itu ibumu kan? Ibumu bermata satu!!, hahaha.” Teman-temannya selalu berkata seperti itu sambil menertawakannya.
Setelah dewasa si Lancang pergi untuk merantau. Ia telah berhasil menjadi seorang saudagar kaya dan menikah dengan anak dari tuannya dulu ketika bekerja. Si Lancang dan Istrinya memiliki seorang anak laki-laki dan hidup dengan bahagia.
Pada suatu siang, saat anak si Lancang sedang bermain di halaman rumahnya, datanglha seorang wanita renta yang kumuh. Si Lancang tahu itu adalah ibunya, tapi ia malu mangakui nya pada istri dan anaknya. Ia kemudian membentak ibunya dan mengusirnya.
“Hey, pergilah kau pengemis. Kau membuat anakku takut!.” Bentak si Lancang tanpa dosa. Tanpa membalas perkataan kasar si Lancang, ibunya hanya tersenyum dan berpamitan.
Suatu ketika ayah mertua si Lancang mengajaknya untuk pergi memperluas usahanya ke kampong halaman si Lancang. Setelah selesai dengan urusannya. Si Lancang tiba-tiba ingin mengunjungi rumahnya yang dulu. Ketika tiba dirumahnya yang dulu.  tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk. Rumahnya yang dulu sangat berantakan, dan ibu yang dikiranya akan berada di dalam ternyata tidak ada. Dia merasa sangat lega sekali setelah tahu ibunya tidak ada.
Bergegas s Lancang pergi keluar. Ia kemudian bertemu dengan salah satu tetangganya.
“Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu.” Kata tetangganya. Si Lancang tidak mengatakan apa-apa. Namun kemudian tetangganya menyampaikan suatu surat yang ditulis oleh ibunya. Si lancing kemudian membuka surat itu. Ia berharap mendapatkan warisan yang sebenarnya telah lama dsembunyikan ibunya itu. Tapu isi surat itu berbeda denngan yang diharpkannya. Isi surat itu adalah :
Untuk anakku yang sangat Aku cintai,
Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenci ibumu ini.
 Tapi Ibu senang sekali ketika mendengar kabar bahwa kau telah berhasil menjadi orang kaya di tanah perantauanmu.
Ibu sangat merindukanmu nak,
Setiap malam ibu menangis dan selalu mendoakanmu agar baik-baik saja.
Anakku,
Sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia itu salah satunya adalah mataku. Mata itu ibu berikan padamu waktu kau kecil.
Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan.
 Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan.
Ibu tidak tega anak melihatmu hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat.
Maka ibu berikan satu mataku ini untukmu.
Sekarang ibu bangga padamu karena kau bisa menjadi orang kaya.
Dan ibu senang bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.
Sekarang, ibumu yang memalukan ini sudah meninggal.
Kamu tidak perlu malu lagi anakku, jadilah anak yang baik.

Si Lancang sangat terkejut setelah membaca surat ibunya. Ia menyesal karena dia tidak pernah membalas kasih-sayang ibunya. Ia bahkan telah mengusir dan membentak-bentaknya. Tapi dia tidak merasa sama saja jika meminta maaf pada Ibunya, karena ibunya telah meninggal. Ia pun membuang surat dari ibunya dan segera tetap kembali ke kota perantaunnya tanpa mengunjungi makam ibunya.
Namun, sebelum si Lancang sempat berbuat baik, dalam perjalanan kembali ke kota perantauannya, kapal yang digunakan si Lancang terkena badai yang sangat besar. Semua orang dan isi kapal tenggelam di dalam lautan. Si Lancang pun mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang telah dilakukannya.

I.     Jawablah dengan benar di buku tugasmu!
1.      Siapa saja tokoh dalam cerita tersebut?
2.      Kenapa si Lancang malu terhadap ibunya?
3.      Bagaimana sikap ibu si Lancang menghadapi sikap kasar si Lancang?
4.      Pelajaran berharga apa yang dapat diambil dari cerita tersebut?

No comments:

Post a Comment