MUHAMMADIYAH
Persyarikatan muhammadiyah
adalah suatu organisasi gerakan dakwah islam amar ma’ruf nahi munkar, mengajak
orang lain untuk berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan buruk yang harus
dilaksanakan setiap waktu.
Pendiri Muhammadiyah
Persyarikatan
berasal dari kata “ syarikat” yang artinya sama- sama. Sedangkan kata Muhammadiyah
berasal dari kata Muhammad yang artinya pengikut nabi Muhammad SAW.
Persyarikatan
Muhammadiyah adalah organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada
tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H, bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 M di
Yogjakarta.
Muhammadiyah
adalah gerakan dakwah Islam “ Amar ma’ruf nahi mungkar” artinya mengajak orang
lain untuk berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan buruk.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Berdasarkan
anggaran rumah tangga muhammadiyah pasal 1, Pimpinan Pusat Muhammadiyah berada
di dua tempat. Pertama pimpinan pusat Muhammadiyah di Yogjakarta Jalan KH.
Ahmad Dahlan No. 163 telepon (0274) 375025, di sini tempat lahirnya Muhammadiyah.
Kedua berada di Jakarta berkantor di jalan menteng raya .
Pimpinan
pusat Muhammadiyah terdiri dari ketua, sekertaris, bendahara dan beberapa
anggota Pimpinan Pusat Muhamadiyah.
Organisasi Otonom Muhammadiyah
1 1. Aisyiyah
Organisasi
aisyah didirikan Siti Walidah atau Nyi Ahmad Dahlan, istri KH. Ahmad Dahlan.
Adapun tujuan didirikan organisasi ini adalah untuk mendampingi Muhammadiyah.
Organisasi Aisyah didirikan pada tanggal 27 Rajab 1335 H, bertepatan dengan
tanggal 22 April 1917 M di Yogjakarta. PP Aisyah berdiri dan sebagai ketuanya Siti
Walidah ( Nyi Ahmad Dahlan)
2. Nasyiatul
Aisyiyah ( NA)
NA
berdiri pada tanggal 28 Dzullhijah 1349 H bertepatan dengan tanggal 16 mei 1931
M di Yogjakarta. Nama Nasyiatul Aisyiyah
disesuaikan dengan nama perkumpulan ibu- ibu atau Aisyah. “ Nasyiatul” artinya
kader, bibit atau benih. Maka Nasyiatul Aisyiyah adalah putri- putri yang
dididik dan dibimbing sebagai kader Aisyiyah. Tujuan Nasyiatul Aisyiyah adalah
terbentuknya pribadi putrid Islam yang berguna bagi nusa, bangsa dan negara.
Lambang
Nasyiatul Aisyiyah berupa seuntai padi berisi 12, bertangkai 4, daun hijau
ditegakkan diatas pita bertuliskan “ Al Birru Manittaqo” artinya kebajikan bagi
orang yang bertaqwa.
3 3. Pemuda
Muhammadiyah
Pada
konggres Muhammadiyah ke 12 di Makasar ditetapkan berdirinya Pemuda
Muhammadiyah pada tanggal 25 Dzulhijjah 1350 H betepatan dengan 2 Mei 1923 M.
Lambang pemuda muhammadiyah berupa “setangkai melati” dengan dua lembar daun
diatas pita. Pada pita tertulis semboyan Pemuda Muhammadiyah yang berbunyi “
Fastabiqul Khairat” yang artinya berlomba- lomba dalam kebaikan.
4 4. Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM)
IMM
berdiri pada tanggal 29 syawal 1384 H bertepatan dengan tanggal 14 Maret 1964
M. Tujuan didirikannya IMM adalah terbentuknya cendekiawan muslim yang mampu
mengamalkan dan melaksanakan amal usaha Muhammadiyah. Lambang IMM adalah
penampang pena berlapis tiga, masing- masing berwarna hitam, kuning dan merah.
Ditengah- tengah terdapat sinar matahari dengan tulisan arap yang berbunyi
“Fastabiqul Khairat”
5 5. Ikatan
Pemuda Muhammadiyah ( IPM)
IPM
merupakan organisasi pelajar muhammadiyah yang terdiri pada tanggal 5 Syafar
1381 H bertepatan dengan tanggal 18 Juli 1961 M. IPM didirikan bertujuan untuk
menjadi kader, pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha dengan
perjuangan muhammadiyah dimasa yang akan dating.
Lambang
IPM berupa perisai yang berbentuk pena dengan penampang berlapis lima yaitu
hitam, merah, kuning an hijau dengan semboyan “ Nuun wal qalami wamaa yasturuun
“ dengan huruf arab.
6 6. Tapak
Suci Putera Muhammadiyah ( TSPM)
TSPM
didirikan pada tanggal 31 juli 1963 di kampung kauman Yogjakarta. TSPM
bertujuan untuk menghimpun putera puteri muhammadiyah sesuai dengan ajaran
Islam dalam melatih dan memberi kegiatan jasmani.
Lambang
TSPM berupa matahari bersinar yang ditengah- tengahnya terdapat gambar telapak
tangan terbuka dengan ibu jari bertekuk ke dalam dan bunga mawar serta
diatasnya terdapat sebelas bunga melati putih.
7 7. HW
HW
adalah kepanduan islami artinya dalam melaksanakan metode kepanduan adalah
untuk menanamkan aqidah islam dan membekali peserta didik berakhlak mulia. HW
didirikan di Yogyakarta pada tahun 1336 H/1918 M dan kemudian dibangkitkan
kembali pada tanggal 10 Sya’ban 1420 H bertepatan tanggal 18 Nopember 1999 M.
hukum dasar : SK PP Muh. No. 92/SK-PP/VI-B/1.b/1999
Tokoh-tokoh
HW : Bp. Syarbini, Bp. Siradj Dahlan, Bp. H. Hadjid, Bp. Mawardi , Bp. Jendral
Sudirman, Bp. Mardanus.
ARTI
LAMBANG HW yaitu:
a. Lambang
HW adalah lingkaran matahari bersinar utama dua belas dan ditengahnya tertulis inisial HW.
b. Sinar
utama matahari sebanyak dua belas di dalamnya terdapat monogram HW bermakna
taqwa, setiap pandu HW diharapkan mampu memancarkan sinar pribadi muslim sehari
penuh kepada masyarakat, abngsa, dan negara.
ARTI
SIMBOL HW
a. Symbol
HW adalah sekuntum bunga melati dengan
pita di bawahnya yang bertuliskan (fastabiqul Khairat).
b. Kuncup
melati dengan dua mahkota berwarna putih bermakna suci. Daun kelopak berjumlah
enam helai bermakna rukun iman. Dua lembar daun berarti dua kalimat syahadat,
ditopang oleh selembar pita berbentuk mulut tertawa, artinya pandu itu selau
bahagia, dalam pita bertuliskan fastabiqul Khairat (dengan tulisan arab) yang
artinya berlomba-lomba dalam kebaikan.
JANJI
PANDU Athfal
Mengingat
harga perkataan saya, maka saya berjanji dengan sungguh-sungguh:
Satu
: Setia mengerjakan kewajiban saya terhadap ALLAH
Dua
: Selalu menurut undang-undang Athfal dan setiap hari berbuat kebajikan.
UNDANG-UNDANG
PANDU ATHFAL
Satu
: Athfal itu selalu setia dan berbakti pada ayah dan bunda.
Dua
: Athfal itu selalu berani dan teguh hati.
No comments:
Post a Comment