Tuesday, March 18, 2014

MUHAMMADIYAH

 MUHAMMADIYAH

Persyarikatan muhammadiyah adalah suatu organisasi gerakan dakwah islam amar ma’ruf nahi munkar, mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan buruk yang harus dilaksanakan setiap waktu.
Pendiri Muhammadiyah
Persyarikatan berasal dari kata “ syarikat” yang artinya sama- sama. Sedangkan kata Muhammadiyah berasal dari kata Muhammad yang artinya pengikut nabi Muhammad SAW.
Persyarikatan Muhammadiyah adalah organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H, bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 M di Yogjakarta.
Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam “ Amar ma’ruf nahi mungkar” artinya mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan buruk.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Berdasarkan anggaran rumah tangga muhammadiyah pasal 1, Pimpinan Pusat Muhammadiyah berada di dua tempat. Pertama pimpinan pusat Muhammadiyah di Yogjakarta Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 163 telepon (0274) 375025, di sini tempat lahirnya Muhammadiyah. Kedua berada di Jakarta berkantor di jalan menteng raya .
Pimpinan pusat Muhammadiyah terdiri dari ketua, sekertaris, bendahara dan beberapa anggota Pimpinan Pusat Muhamadiyah.
Organisasi Otonom Muhammadiyah
1    1. Aisyiyah
Organisasi aisyah didirikan Siti Walidah atau Nyi Ahmad Dahlan, istri KH. Ahmad Dahlan. Adapun tujuan didirikan organisasi ini adalah untuk mendampingi Muhammadiyah. Organisasi Aisyah didirikan pada tanggal 27 Rajab 1335 H, bertepatan dengan tanggal 22 April 1917 M di Yogjakarta. PP Aisyah berdiri dan sebagai ketuanya Siti Walidah ( Nyi Ahmad Dahlan)
      2. Nasyiatul Aisyiyah ( NA)
NA berdiri pada tanggal 28 Dzullhijah 1349 H bertepatan dengan tanggal 16 mei 1931 M di Yogjakarta. Nama  Nasyiatul Aisyiyah disesuaikan dengan nama perkumpulan ibu- ibu atau Aisyah. “ Nasyiatul” artinya kader, bibit atau benih. Maka Nasyiatul Aisyiyah adalah putri- putri yang dididik dan dibimbing sebagai kader Aisyiyah. Tujuan Nasyiatul Aisyiyah adalah terbentuknya pribadi putrid Islam yang berguna bagi nusa, bangsa dan negara.
Lambang Nasyiatul Aisyiyah berupa seuntai padi berisi 12, bertangkai 4, daun hijau ditegakkan diatas pita bertuliskan “ Al Birru Manittaqo” artinya kebajikan bagi orang yang bertaqwa.
3    3. Pemuda Muhammadiyah
Pada konggres Muhammadiyah ke 12 di Makasar ditetapkan berdirinya Pemuda Muhammadiyah pada tanggal 25 Dzulhijjah 1350 H betepatan dengan 2 Mei 1923 M. Lambang pemuda muhammadiyah berupa “setangkai melati” dengan dua lembar daun diatas pita. Pada pita tertulis semboyan Pemuda Muhammadiyah yang berbunyi “ Fastabiqul Khairat” yang artinya berlomba- lomba dalam kebaikan.
4    4. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM)
IMM berdiri pada tanggal 29 syawal 1384 H bertepatan dengan tanggal 14 Maret 1964 M. Tujuan didirikannya IMM adalah terbentuknya cendekiawan muslim yang mampu mengamalkan dan melaksanakan amal usaha Muhammadiyah. Lambang IMM adalah penampang pena berlapis tiga, masing- masing berwarna hitam, kuning dan merah. Ditengah- tengah terdapat sinar matahari dengan tulisan arap yang berbunyi “Fastabiqul Khairat”
5    5. Ikatan Pemuda Muhammadiyah ( IPM)
IPM merupakan organisasi pelajar muhammadiyah yang terdiri pada tanggal 5 Syafar 1381 H bertepatan dengan tanggal 18 Juli 1961 M. IPM didirikan bertujuan untuk menjadi kader, pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha dengan perjuangan muhammadiyah dimasa yang akan dating.
Lambang IPM berupa perisai yang berbentuk pena dengan penampang berlapis lima yaitu hitam, merah, kuning an hijau dengan semboyan “ Nuun wal qalami wamaa yasturuun “ dengan huruf arab.
6    6. Tapak Suci Putera Muhammadiyah ( TSPM)
TSPM didirikan pada tanggal 31 juli 1963 di kampung kauman Yogjakarta. TSPM bertujuan untuk menghimpun putera puteri muhammadiyah sesuai dengan ajaran Islam dalam melatih dan memberi kegiatan jasmani.
Lambang TSPM berupa matahari bersinar yang ditengah- tengahnya terdapat gambar telapak tangan terbuka dengan ibu jari bertekuk ke dalam dan bunga mawar serta diatasnya terdapat sebelas bunga melati putih.
7    7. HW
HW adalah kepanduan islami artinya dalam melaksanakan metode kepanduan adalah untuk menanamkan aqidah islam dan membekali peserta didik berakhlak mulia. HW didirikan di Yogyakarta pada tahun 1336 H/1918 M dan kemudian dibangkitkan kembali pada tanggal 10 Sya’ban 1420 H bertepatan tanggal 18 Nopember 1999 M. hukum dasar : SK PP Muh. No. 92/SK-PP/VI-B/1.b/1999
Tokoh-tokoh HW : Bp. Syarbini, Bp. Siradj Dahlan, Bp. H. Hadjid, Bp. Mawardi , Bp. Jendral Sudirman, Bp. Mardanus.
           ARTI LAMBANG HW yaitu:
a.  Lambang HW adalah lingkaran matahari bersinar utama dua belas dan ditengahnya tertulis inisial HW.
b.  Sinar utama matahari sebanyak dua belas di dalamnya terdapat monogram HW bermakna taqwa, setiap pandu HW diharapkan mampu memancarkan sinar pribadi muslim sehari penuh kepada masyarakat, abngsa, dan negara.
ARTI SIMBOL HW
a.  Symbol HW adalah sekuntum  bunga melati dengan pita di bawahnya yang bertuliskan (fastabiqul Khairat).
b. Kuncup melati dengan dua mahkota berwarna putih bermakna suci. Daun kelopak berjumlah enam helai bermakna rukun iman. Dua lembar daun berarti dua kalimat syahadat, ditopang oleh selembar pita berbentuk mulut tertawa, artinya pandu itu selau bahagia, dalam pita bertuliskan fastabiqul Khairat (dengan tulisan arab) yang artinya berlomba-lomba dalam kebaikan.
JANJI PANDU Athfal
Mengingat harga perkataan saya, maka saya berjanji dengan sungguh-sungguh:
Satu : Setia mengerjakan kewajiban saya terhadap ALLAH
Dua : Selalu menurut undang-undang Athfal dan setiap hari berbuat kebajikan.
UNDANG-UNDANG PANDU ATHFAL
Satu : Athfal itu selalu setia dan berbakti pada ayah dan bunda.
Dua : Athfal itu selalu berani dan teguh hati.







No comments:

Post a Comment