Tuesday, March 18, 2014

DONGENG ANAK


DONGENG
PERMATA UNTUK IBU·

Caca, si cicak kecil, sering meninggal kan rumahnya tanpasepengetahu an ibu. Ibu kerap mengingatkan Caca untuk pamit  sebelum pergi. Ibu khawatir Caca pergi sendiri, karena ia masih terlalu kecil. Tapi Caca tidak mendengar nasihat ibu. Ia tetap pergi sendiri.Satu hari, secara sembunyi-sembunyi, Caca merayap meninggalkan sarangnya. Caca tidak tahu, jika di sekitar tempat persembunyiannya, ada seekor kucing nakal, bernama Keti. Tiba-tiba Caca berhenti merayap . Matanya melihat sesuatu berkilau-kilau indah, di kolong meja. Dua cahaya biru yang keluar dari permata itu, membuatnya tetarik. Ia pun merayap menuju kolong."Aku ingin mengambil benda itu dan memberikannya pada ibu sebagai hadiah ulang tahun," pikir Caca. Caca kaget bukan main, ketika hendak mendekati permata itu, tiba-tiba ada yang menariknya."Jangan! Jangan ke sana, nak, berbahaya," katanya. Saat Caca menoleh ke belakang ternyata itu suara ibu."Cepat lari! Lepaskan ekormu," seru ibu sambil menarik lengan Caca.Bruk! Keti menerkam buntut Caca, yang bergoyang-goyang. Sementara itu, Caca dan induknya merayap cepat mencari tempat persembunyian .Caca terengah-engah. Jantungnya berdegup, kencang."Untung kau cepat melepaskan ekormu untuk mengelabuhi Keti," kata ibu, sambil membelai Caca."Maafkan Caca, ya bu. Kukira itu cahaya permata yang sering ibu ceritakan padaku. Aku ingin mengambilnya untuk ibu. Eh, ternyata itu mata kucing," ujar Caca sambil memeluk induknya."Kau lah cahaya permata itu. Kau permata ibu, Caca," kata ibu sambil mencium kening Caca. Sejak itu, Caca selalu berpamitan pada ibu, jika ingin main di luar rumah.


 Sumber: Dongeng untuk si Kecil pada 26 September 2012 pukul 18:01

No comments:

Post a Comment