DONGENG
PERMATA UNTUK IBU·
Caca,
si cicak kecil, sering meninggal kan rumahnya tanpasepengetahu an ibu. Ibu
kerap mengingatkan Caca untuk pamit sebelum pergi. Ibu khawatir Caca
pergi sendiri, karena ia masih terlalu kecil. Tapi Caca tidak mendengar nasihat
ibu. Ia tetap pergi sendiri.Satu hari, secara sembunyi-sembunyi, Caca merayap
meninggalkan sarangnya. Caca tidak tahu, jika di sekitar tempat
persembunyiannya, ada seekor kucing nakal, bernama Keti. Tiba-tiba Caca
berhenti merayap . Matanya melihat sesuatu berkilau-kilau indah, di kolong
meja. Dua cahaya biru yang keluar dari permata itu, membuatnya tetarik. Ia pun
merayap menuju kolong."Aku ingin mengambil benda itu dan memberikannya
pada ibu sebagai hadiah ulang tahun," pikir Caca. Caca kaget bukan main,
ketika hendak mendekati permata itu, tiba-tiba ada yang
menariknya."Jangan! Jangan ke sana, nak, berbahaya," katanya. Saat
Caca menoleh ke belakang ternyata itu suara ibu."Cepat lari! Lepaskan
ekormu," seru ibu sambil menarik lengan Caca.Bruk! Keti menerkam buntut
Caca, yang bergoyang-goyang. Sementara itu, Caca dan induknya merayap cepat
mencari tempat persembunyian .Caca terengah-engah. Jantungnya berdegup,
kencang."Untung kau cepat melepaskan ekormu untuk mengelabuhi Keti,"
kata ibu, sambil membelai Caca."Maafkan Caca, ya bu. Kukira itu cahaya
permata yang sering ibu ceritakan padaku. Aku ingin mengambilnya untuk ibu. Eh,
ternyata itu mata kucing," ujar Caca sambil memeluk induknya."Kau lah
cahaya permata itu. Kau permata ibu, Caca," kata ibu sambil mencium kening
Caca. Sejak itu, Caca selalu berpamitan pada ibu, jika ingin main di luar
rumah.
Sumber:
Dongeng
untuk si Kecil pada 26 September 2012 pukul 18:01
No comments:
Post a Comment