Wednesday, March 19, 2014

LAPORAN MANAJEMEN KELAS

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

      A.    LATAR BELAKANG

             Manajemen merupakan kemampuan dan ketrampilan  khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun  bersama orang lain atau  melaui orang lain dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara produktif, efektif, dan efisien.

            Mengelola kelas merupakan ketrampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisien dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

             Adapun kegiatan pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa.

             Berhasilnya manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut melekat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio-emosional) yang melekat pada guru. Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Kondisi atau iklim memberikan pengaruh terhadap efektivitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan sebaliknya juga akan mempengaruhi kegiatan belajar siswa. Sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap hasil belajar anak serta perkembangan pendidikan peserta didik.

      B.     METODE PENULISAN

Metode Pengunpulan data yang digunakan dalam penyusunan laporan hasil observasi ini   adalah sebagai berikut:

1.    Metode Observasi

Metode observasi yaitu suatu  metode yang dilakukan dengan cara mengamati atau meninjau SD N Kenteng II  secara langsung. Dalam  hal ini, objek-objek yang diobservasi diantaranya keadaan sekolah dan ruang kelas, fasilitas sekolah dan ruang kelas, proses pembelajaran di kelas, dan lain-lain.

2.    Metode Wawancara

Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Metode wawancara dilakukan dengan cara mewawancarai atau mengajukan pertanyaan-pertannyaan guru kelas III dan guru kelas VI SD N Kenteng II serta mewawancarai kepala sekolah SD N Kenteng II.

3.    Metode Kepustakaan

Metode ini dilakukan dengan menggunakan beberapa buku yang dijadikan penunjang sebagai literatur dalam penyusunan laporan observasi ini maupun dari internet serta sumber-sumber yang lain yang relevan.

 

      C.    RUMUSAN MASALAH

             Dari latar belakang yang telah dikemukakan diatas dapat kemukakan beberapa rumusan masalah antara lain:

1.       Bagaimana orientasi mengenai SD N Kenteng II ?

2.   Bagaimana  kondisi fisik,kondisi sosio-emosional, dan  kondisi organisasional  yang ada di SD N Kenteng II  pada kelas III dan  kelas VI ?

3. Bagaimana pengaruh kondisi fisik, kondisi sosio-emosional, dan kondisi organisasional terhadap hasil belajar siswa di SD Kenteng II ?

4.   Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi fisik, kondisi emosional, dan kondisi organisasional ?

                 D.    TUJUAN PENULISAN

1.      Tujuan umum

a.         Untuk mengetahui orientasi sekolah SD N Kenteng II.

b.         Untuk mengetahui  keadaan SD N Kenteng II, baik dari kondisi fisik, kondisi sosio-emosional serta kondisi organisasionalnya.

c.         Untuk mengetahui upaya-upaya perbaikan  yang dilakukan oleh pihak sekolah.

2.      Tujuan khusus

Tujuan khusus dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah manajemen  kelas yang diampu oleh ibu Ratnasari D.U., M.Pd.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

               A.    Orientasi sikap SD

1)      Profil sekolah

a.       Nama Sekolah                              : SD N Kenteng II

b.      NIS                                               : -

c.       Propinsi                                        : Jawa Tengah

d.      Otonomi                                       : Boyolali

e.       Kecamatan                                   : Nogosari

f.       Alamat                                          : Ngablak

g.      Kelurahan                                     : kenteng

h.      Kode Pos                                      : -

i.        Telepon                                         : -

j.        Status Aktreditasi                                    : Terakreditasi B

k.      Daerah                                          : Pedesaan

l.        Status sekolah                              : Negeri

m.    Surat Keputusan                           : -

n.      Tahun Berdiri                               : 1975

o.      Kegiatan Belajar                           : Pagi

p.      Bangunan Sekolah                       : Milik sendiri

q.      Lokasi Sekolah                             : Dalam kampung

r.        Terletak pada Lintasan                 : Jalan Kampung

s.       Jumlah Keanggotaan Gugus        : 173

t.        Organisasi Penyelenggara            : Guru dan Komite

 

 

 

 

2)      Visi dan misi

 

VISI SD KENTENG II

 

Terciptanya Sekolah Yang Berwawasan Wiyata Mandala Dengan Mengutamakan Pembelajaran PAIKEM Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa Yang Berwawasan Global Dan Dilandasi Ajaran Agama

 

MISI SD KENTENG II

 

ü Menciptakan KBM yang kondusif dan menyenangkan

ü Menanam budi pekerti luhur yang luhur melalui sikap keteladanan

ü Meningkatkan profesionalisme guru

ü Menumbuhkan semangat kerja bagi warga sekolah

ü Menjalin kerjasama dengan Stik Folder di Masyarakat

(Lihat gambar 1.6)

 

3)      Data guru dan karyawan

Lihat pada lampiran gambar 1.4 dan gambar 1.5

4)      Data siswa

Jumlah siswa SD N Kenteng II adalah sejumlah 259 siswa yang terdiri dari :

Kelas

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1

19

24

43

2

14

29

43

3

18

27

45

4

17

28

45

5

19

23

42

6

16

25

41

Jumlah total

103

156

259

 

5)      Prestasi sekolah

-        Juara 2 lomba pramuka tingkat kecamatan tahun 2008

-        Juara 3 lomba senam tingkat kecamatan tahun 2009

-        Juara 1 lomba pramuka tingkat kecamatan tahun 2010

-        Juara 3 Lomba cerdas cermat tingkat kecamatan tahun 2010

-        Juara harapan 1 lomba menggambar tingkat kecamatan tahun 2011

-        Juara 1 lomba lari jarak pendek tingkat kecamatan 2011

 

6)      Fasilitas yang dimiliki

a.       Ruang kelas                 : 6 ruang

b.      Perpustakaan               : 1 ruang         

c.       Parkir                           : 200 m2

d.      Ruang Kepsek             : 1 ruang

e.       Ruang guru                 : 1 ruang

f.       Ruang UKS               : 1 ruang

g.      Gudang                       : 1ruang

h.      Ruang kesenian           : 1 ruang

i.        Kantin                         : 2

j.        Lapangan sepak bola   : 1

k.      Lapangan voli             : 1

l.        Toilet                           : 6

7)      Ekstrakulikuler

            Ekstrakulikuler yang ada pada SD N KENTENG 2 ada beberapa macam seperti ekstra pramuka yang dilaksanakan setiap hari jum’at dan beranggotakan dari kelas III sampai kelas V. Sedangkan untuk kelas VI masih diharuskan ikut latihan namun hanya pada semester awal pembelajaran. Selain pramuka ekstra kurikuler yang ada seperti les matapelajaran (matematika, bahasa Indonesia dan beberapa materi yang diujikan saat ujian akhir sekolah).

8)      Kurikulum

            Pada kelas rendah yaitu pada kelas 3(tiga),guru menyiapkan materi terlebih dahulu,terutama materi yang disiapkan adalah materi yang sesuai dengan keinginan siswa. Agar materi tersebut dapat diterima oleh anak dengan baik, maka guru harus menyiapkan metode tertentu yang tidak membosankan dan tidak menjenuhkan bagi anak misalnya metode diskusi diselingi dengan bernyanyi karena pada anak kelas bawah cenderung menyukai metode belajar sambil dan bermain. Cara lain yang digunakan guru dalam membangkitkan minat anak dalam belajar dan membuat suasana belajar agar menjadi tidak jenuh dapat dilakukan dengan cara tempat duduk siswa bergeser tiap minggunya atau dengan tenpat duduk dibuat dengan bentuk  leter U.

            Pada kelas tinggi yaitu pada kelas 6( enam), pembelajaran yang digunakan sudah menggunakan semi mapel, artinya pemisahan antara tiap mata pelajaran sudah jelas. Pada kelas ini, kurikulum yang digunakan adalah kurikulum KTSP( Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan) dimana pembelajaran dilakukan dengan kelompok- kelompok belajar dan penataan kursi dalam kelas disesuaikan dengan masing- masing kelompok.

9)      Fasilitas pada Kelas

            Pada kelas 3(tiga), fasilitas yang disediakan dari sekolah adalah berupa alat peraga, namun jumlah alat peraga masih sangat kurang dan jumlahnya sangat terbatas. Sehingga banyak alat peraga yang dibuat sendiri oleh guru dan siswa, misalnya dalam pembuatan jam dinding.

            Pada kelas 6(enam), fasilitas yang diberikan sekolah berupa alat peraga yang jumlahnya sudah memadai dimana semua mapel untuk kelas tinggi alat peraganya sudah lengkap, dan alat peraga itu diletakkan di perpustakaan dan di kantor guru.

           

                 B.     Deskripsi Hasil Observasi

1)      Kondisi Fisik

            Pembelajaran yang efektif bermula dari suasana pembelajaran yang menggairahkan, untuk itu perlu diperhatikan kondisi fisik diantaranya penataan ruang kelas dan isinya selamanya proses pembelajaran.

            Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan guru dalam menata lingkungan fisik kelas:

a.      Visibility (keleluasaan pandangan)

      Penempatan dan penataan barang barang di kelas tidak mengganggu pemandangan siswa, sehingga siswa secara leluasa dapat memandang guru , benda atau kegiatan yang sedang berlangsung.

      Menurut pengamatan kami di SD N Kenteng 2, penataan barang- barang dikelas sudah ditata sedinamis mungkin, hasil karya siswa di pajang didinding kelas, almari diletakkan di sebelah meja guru dan meja guru terletak di sebelah kanan papan tulis,sehingga murid tetap bisa melihat papan tulis dengan leluasa, kemudian sapu dan alat- alat kebersihan lainya di letakkan di belakang agar tidak mengganggu pemandangan

b.      Accessibility (mudah dicapai)

      Penataan ruang harus dapat memudahkan siswa untuk mengambil barang- barang yang dibutuhkan selama proses pembelajaran. Selain itu jarak antar tempat duduk harus cukup dilalui oleh siswa sehingga siswa dapat bergerak dengan mudah dan tidak mengganggu siswa lain yang sedang bekerja.

      Suasana kelas di SD N Kenteng 2, lembar-lembar kertas hasil penilaiaan siswa di tempatkan dalam sebuah map yang kemudian digantung di dinding tembok sehingga setiap siswa dapat mengambilnya dengan mudah. Bangku- bangku di kelas sudah di susun sedemikian hingga agar siswa leluasa dalam proses pembelajaran

c.       Fleksibilitas (keluwesan)

      Dalam hal ini, yaitu penataan tempat duduk yang perlu dirubah jika proses pembelajaran menggunakan metode diskusi dan kerja kelompok. Kondisi tempat duduk di SD N Kenteng 2 bisa dipindah- pindah bila pembelajaran menggunakan metode diskusi, namun bagi kelas rendah mungkin terjadi kesulitan karena tempat duduk terbuat dari kayu yang cukup tebal sehinga guru harus membantu dalam proses penataan tempat duduk.

d.      Kenyamanan

      Kenyamanan disini berkenaan dengan temperature ruangan, cahaya, suara dan kepadatan kelas. Dalam pengamatan kami di SD N Kenteng 2, ruang kelas sudah sesuai. Temperature ruangan sedang, dakam arti tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Cahayanya pun cukup, yaitu berasal dari pintu dan juga berasal dari ventilasi ruangan, dan suara tidak terlalu bising karena kelas tidak terletak di pinggir jalan raya, melainkan terletak di perkampungan yang suasananya cukup mendukung bagi pembelajaran.

e.       Keindahan

      Ruangan kelas yang indah dan menyenangkan berpengaruh positif pada sikap dan tingkah laku siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Ruangan kelas pada sekolahan ini sudah dihiasi dengan kerajinan yang dibuat siswa sehingga siswa merasa lebih dihargai.

2)      Kondisi Sosio Emosional

            Kondisi sosio- emosional dalam kelas akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses pembelajaran. Kondisi tersebut meliputi:

a.      Tipe kepemimpinan guru

      Tipe kepemimpinan guru artinya adalah fungsi yang melekat pada guru ketika berada di dalam kelas. Di SD yang kami amati, pada kelas tinggi maupun kelas rendah guru menerapkan tipe kepemimpinan gaya demokrasi, dimana terjadi proses timbal balik antara guru dan murid sesuai dengan peranannya masing- masing. Jadi antara guru dan siswa terjalin hubungan baik dalam pembelajaran sehari- hari. Dimana guru menghargai  setiap pendapat siswa dan siswa juga menghargai setiap keputusan yang di ambil oleh guru mereka.

b.      Sikap guru

      Guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan hendaknya tetap sabar dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Di kelas rendah, biasanya dalam mengatasi anak yang nakal dapat di lakukan dengan menegur dan menasihati setiap tindakan yang dirasa melanggar peraturan, namun bila dikelas tinggi guru cenderung lebih mnekankan pada hukuman-hukuman yang lebih mendidik misalnya di suruh menghafal juz’ama dsb.

c.       Suara guru

      Suara guru, walaupun bukan faktoryang besar, turut mempengaruhi dalam proses pembelajaranya. Suara guru kelas III sangat lembut dan halus tetapi siswa masih bisa mendengar pelajaran yang disampaikan guru. Selain itu dengan suara yang lembut siswa-siswa tidak merasa takut. Suara guru kelas VI sangat keras namun tetap halus karena disesuaikan dengan anak kelas atas yang umumnya ramai sendiri pada saat guru menerangakan. Sehingga siswa-siswa dapat mengerti dan memahami apa yang disampaikan.

d.      Pembinaan hubungan baik

      Hubungan guru dengan siswa, di kelas III sangat terasa keakraban antara siswa dan guru. Saat pelajaran berlangsung terasa sekali hubungan baik antara guru dan siswa sangat terjaga. Meskipun pada saat pelajaran berlangsung ada anak yang masih malu-malu untuk bertanya namun guru sangat memahaminya.

Hubungan guru dengan siswa kelas VI sangat terasa keakraban dan tidak tegang. Serta apabila ada siswa yang belum mengerti tentang pelajaran guru dengan sabar dan tidak marah. Dengan sabar membimbing siswa. Hubungan baik juga terasa saat adanya keberanian saat mengajukan pertanyaan kepada guru. Siswa tidak canggung lagi untuk bertanya.

3)      Kondisi Organisasional

            Dalam kegiatan ini, ada 5 hal yang diperhatikan yaitu:

a.      Pergantian pelajaran

            Di kelas tinggi maupun kelas rendah, pergantian jam pelajaran ditandai dengan adanya jam istirahat, ketika terjadi pergantian dalam pelajaran, guru menyikapi hal ini, karena dalam proses ini ada jeda yang memungkinkan siswa terjadi interaksi yang tidak diharapkan. Maka jam istirahat di sekolah ini hanya berkisar kurang lebih 15 menit.

b.      Guru berhalangan hadir

            Untuk guru yang berhalangan hadir biasanya sudah minta ijin kepada kepala sekolah. Untuk guru yang berhalangan hadir biasanya sudah meninggalkan tugas untuk anak-anak. Namun apabila belum meninggalkan tugas untuk anak-anak biasanya kelas akan diampu atau di ajar oleh guru yang lain yang tidak ada jadwal mengajar ataupun kepala sekolah.

c.       Masalah antar siswa

Masalah yang ada di SD N Kenteng II umumnya adalah ada anak yang nakal yang suka mengganggu murid lain. Biasanya di selesaikan oleh guru kelas. Guru kelas biasanya memanggil murid yang nakal dan menasehatinya, apabila belum bisa diatasi maka guru akan mengambil langkah dengan cara memanggil orang tua wali murid yang bermasalah.

d.      Upacara bendera

Upacara bendera dilaksanakan  setiap hari senin, dan di hari-hari nasional  pendidikan seperti hari pendidikan nasional. Upacara setiap hari senin dilaksanakan secara rutin dan dilaksanakan secara disiplin. Siswa-siswa mengikuti dengan rapi dan hikmat.

e.       Kegiatan lain

Kegiatan ekstrakulikiler pramuka dilaksanakan satu minggu sekali yang dilaksanakan secra rutin, mulai dari kelas III sampai kelas VI. Dilaksanakan setiap hari jumat.

4)      Kondisi Administrasi Tehnik

            Kondisi ini akan turut mempengaruhi manajemen pembelajaran di kelas, di SD N Kenteng 2, baik kelas tinggi maupun kelas rendah daftar presensi siswa dan guru dikelola dengan baik, dimana setiap satu minggu sekali diadakan pengecekan secara periodik terhadap daftar presensi ini.

            Pada setiap kelasnya ada pengelolaan uang khas oleh siswa dan juga terdapat program menabung bagi siswa yang dikelola dan dilaksanakan oleh guru yang dalam satu minggu itu terdapat dua kali atau terdapat dua hari waktu untuk menabung yang telah disepakati oleh siswa dan guru sebelumnya, serta guru tidak mewajibkan kepada semua siswanya untuk mengikuti program menabung ini, karena guru tau tidak semua siswa menginginkan hal itu, untuk alasan tertentu.

            Mengenai ruang bimbingan siswa, di sekolah ini di beri ruang khusus yang dapat digunakan untuk bimbingan siswa yang dilakukan oleh guru baik guru kelas maupun guru bimbingan konseling.

5)      Kondisi Interen Siswa

            Siswa di sekolah SD N Kenteng II. sebagian siswa berasal dari penduduk masyarakat sekitar sekolah. Kebanyakan siswa berasal dari keluarga yang hidup di tengah- tengah asuhan petani dan pedagang.Mengenai kesiapan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar yakni meliputi fokus, perhatian, dan ketertarikan siswa pada waktu pertama kali pembelajaran dimulai, itu dapat terlihat dari reaksi atau tingkat keaktifan dan tingkat konsentrasi siswa pada saat pembelajaran berlangsung dalam kelas.

6)      Kondisi Eksteren Lingkungan

            Lingkungan sekitar sekolah cukup mendukung kegiatan belajar siswa di SD Kenteng II. Karena suasana lingkungan sepi dan jauh dari kebisingan kendaraan umum. 

                C.    Analisis Hasil Observasi

1)      Kondisi Fisik

            setelah dua hari kami melakukan pengamatan pada SD N kenteng 2 kec. Nogosari kabupaten BOYOLALI , kami dapat mengetahui bahwa SD tersebut adalah SD yang maju karena mampu bersaing dengan SD yang lainnya. Dan pada SD ini memiliki ruang kelas yang luas sehingga memudahkan guru dalam proses pembelajaran  dan penerapan metode pengajaran.  Selain itu penempatan alat-alatpun sudah sesuai dengan ketentuan dan untuk pengaturan meja korsi atau tempat duduk itu sudah sangat bervariasi  karena ruangan yang luas sehingga memudahkan guru dan siswa dalam penataan tempat duduk sesuai yang di inginkan. Namun ada beberapa hal perlu dalam penataan ruang kelas yaitu kurangnya cahaya , kerapian penataan sapu dan kurang terawatnya hasta karya anak atau seni yang di ciptakan anak, meskipun hasta karya tersebut dapat dilihat namun terlihat kurang dalam hal pembersihannya. Sedangkan mengenai hiasan yang ada pada setiap ruang kelas menurut kami sudah sesuai dan bahkan siswa sangat kreatif dalam menghias kelas. Dan lingkungan sekitarpun tidak mengganggu  karena posisi sekolah yang strategis ,jauh dari jalan raya dan keramaian kota.

2)      Kondisi Sosio Emosional

            Kondisi sosial emosional yang ada di SD N kenteng 2 pada kelas tinggi  dan kelas rendah menggunakan tipe kepemimpinan demokrasi yang dimana guru memberikan kebebasan pada siswa dalam berpendapat namun masis dalam pengawasan guru. Selain itu hubungan antara guru dengan siswa sangat dekat hal ini dapat dilihat ketika pembelajaran dan dan saat istirahat karena guru dan siswa terlihat begitu dekat dan saling bercanda-canda seperti orangtua dengan anaknya. Terutama pada kelas rendah yang pada saat itu kami observasi adalah kelas III , ketika pembelajaran usai namun ada siswa yang kurang jelas dalam pembelajaran yang sebelumnya  siswa diperbolehkan untuk bertanya ketika jam istirahat dan mendatangi guru di kantor. Sedangkan mengenai suara guru dalam pembelajaran tidak ada masalah karena setiap guru di SD ini memiliki ciri khas masing-masing yang mana siswa dapat memahaminya.

3)      Kondisi Organisasional

           Kondisi organisasi pada SD ini sangat terorganisasi karena dapat dilihat dari kegiatan sehari-hari dan bukti-bukti seperti jadwal yang sudah terstruktu. Dimana jadwal yang dibuat sudah di sesuaikan mapel dan waktu yang tepat denga jenis mata pelajaran. Selain itu bagi guru yang berhalangan hadir wajib ijin pada hari sebelumnya dan meninggalkan tugas bagi siswa yang di ampunya pada hari tersebut. Namun kepala sekolahpun juga memilika hak untuk tidak memberikan izin jika alasan guru untuk tidak hadir tidak begitu penting.

           Sedangkan organisasi yang terdapat di setiap kelas itu sudah terstruktur juga pada kelas rendah terdapa ketua dan wakil yang memiliki kuasa di kelas dan bertanggung jawa atas kondisi kelas. Begitu pula dengan kelas tinggi namun pada kelas tinggi sudah lebih komplit anggotanya karena terdapat sekretaris yang siap membantu guru dan bendahara yang sudah dilatih untuk penggunaan uang yang dimiliki kelas.

                  D.    Upaya Perbaikan

1)      Kondisi Fisik

·         Perbaikan parkir sepeda.

·         Perbaikan kamar mandi/ WC.

·         Perbaikan ruang kelas.

·         Perluasan gedung perpustakaan.

·         Pergantian meja dan kursi.

·         Pemavingan halaman sekolah.

·         Perawatan taman.

·         Penambahan taman taman bermain.

2)      Kondisi Sosio Emosional

·         Penambahan materi agama.

·         Penanaman disiplin sejak kelas rendah.

·         Penanaman kekeluargaan sejak siswa berada di kelas rendah.

·         Pemberian bimbingan kepada orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya ketika berada di rumah.

3)      Kondisi Organisasional

·         Peran komite sekolah yang semakin ditonjolkan

BAB III

PENUTUP

 

A. KESIMPULAN

      Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh output maupun inputnya. Pendidikan bukan hanya dilaksanakan di ruang lingkup sekolah saja, namun di rumah dan lingkungan juga sangat berpengaruh besar. Peran orang tua juga sangat mempengaruhi jiwa dan emosional peserta didik.

 

B.  SARAN

      Guru hendaknya dapat lebih memahami keadaan emosional masing peserta didik agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan harapan. Pendidikan agama juga sangatlah penting untuk disampaikan oleh peserta didik. Seorang guru yang professional hendaknya mampu mengkombinasikan materi dengan metode-metode pembelajaran yang beragam, sehingga peserta didik mampu menyerap materi dengan maksimal. Selain itu penyediaan sarana-prasana untuk menunjang pembelajaran juga san gat penting seperti ruang kelas yang nyaman, alat peraga, dan lain sebagainya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

http://one.indoskripsi.com/node/10486 Diakses pada tanggal 28 Mei 2012 Pukul 15.36 WIB.

http://sekolah-dasar.blogspot.com/2009/02/pendekatan-dalam-pengelolaan kelas.html Diakses pada tanggal 28 Mei 2012 Pukul 21.18 WIB.

http://gurukreatif.wordpress.com/2008/03/26/6-indikator-pengelolaan-kelas-yang-berhasil/ Diakses pada Tanggal 29 Mei 2012 pukul 09.27 WIB.


No comments:

Post a Comment